RANGKUMAN KOMUNIKASI BISNIS MODUL 4 UNIVERSITAS TERBUKA SEMESTER 2 2018



MODUL 4
KORESPONDENSI
Semua kegiatan komunikasi bisnis, pada perencanaan komunikasinya akan mengacu pada aspek-aspek (a) penetapan tujuan, (b) identifikasi dan profil khalayak, (c) mengembangkan pesan, (d) menetapkan saluran komunikasi, (e) menetapkan bentuk kegiatan dan materi komunikasi, (f) mengembangkan kerja sama, (g) menjalankan rencana, dan (h) pemantauan dan evaluasi.
KEGIATAN BELAJAR 1
Merencanakan Korespondensi Bisnis
Kita mulai penjelajahan kita dengan memperhatikan gambar berikut.
SASARAN
 









Sumber: The Spin Project (2005: 3)
Piramida Perencanaan Komunikasi
Gambar tersebut pada dasarnya menjelaskan 6 pertanyaan yang harus dijawab tatkala kita menyusun rencana komunikasi bisnis. Pertanyaan tersebut adalah:
1.      Bagaimana Infrastruktur bisnis yang dimiliki?
2.      Apa tujuan yang hendak dicapai melalui komunikasi bisnis?
3.      Siapa sasaran komunikasi bisnis kita?
4.      Siapa khalayak komunikasi bisnis kita?
5.      Apa pesan komunikasi bisnis kita?
6.      Apa pesan komunikasi bisnis kita?
Tujuan komunikasi bisa dicapai bila kita sudah menetapkan sasarannya. Contoh, sasaran komunikasi kita adalah remaja. Remaja belum spesifik, karena remaja adalah kelompok besar dalam masyarakat. Kita bisa buat spesifik dengan menyatakan remaja yang menjadi khalayak sasaran adalah remaja putri di perkotaan.  Dalam kegiatan korespondensi pun, komunikasi nonverbal dan komunikasi visual ini berlangsung. Jenis surat, ukuran kertas, warna logo, tipografi(jenis huruf), dan bentuk dan ukuran amplop misalnya mengkomunikasikan sesuatu pada penerima surat.
Kita perlu mengetahui lebih lanjut prinip-prinp penting dalam penulisan surat. Ada 2 prinsip yang harus kita pegang saat membuat surat untuk kepentingan korespondensi bisnis yakni (a) empati, dan (b) pengorganisasian pesan. Empat adalah kemampuan untuk mengenali kerangka referensi (pengetahuan, perasaan, dan emosi) orang lain dan untuk memproyeksikan dan mengkomunikasikan pemahaman terhadap orang lain. Atau dalam ungkapa populer, empati artinya berdiri di atas sepatu orang lain.
A.   EMPATI
     Empati menuntut kita untuk bisa merasakan situasi pribadi orang lain. Dengan demikian, proses komunikasi yang kita kembangkan berjalan dengan cara:
1.      Mencoba memahami situasi dari titik pandang pembaca, sehingga pembaca surat menghargai upaya yang kita lakukan untuk memahami perasannya. Ringkasnya, empati merupakan cara yang paling tepat untuk membangun kedekatan, kredibilitas dan hubungan antarpribadi dan bisnis yang langgeng.
2.      Melihat situasi atau permasalahan dari perspektif pembaca surat, kita berusaha untuk menempatkan situasi dalam sudut pandang orang lain, yakni pembaca surat kita, yang merupakan dimensi pertama dari empat. Dalam mengungkapkan empati ini hal yang penting kita lakukan adalah (a) mengembangkan “sikap kekitaan” dan (b) memanfaatkan pengetahuan kita tentang penerima surat tadi.
     Apa yang dimaksud dengan sikap “kekitaan”? “Sikap kekitaan” tidak membedakan antara “saya”, dan “anda”, melainkan mengembangkan sikap inklusif yang mengajak orang lain menjadi bagian dari diri kita dan kita pun ditempatkan dalam diri orang lain. Menurut Boveen dan Thill (1989: 76), untuk menanamkan “sikap” ini, disarankan untuk memusatkan perhatian atas (a) Apakah pesan yang disampaikan diarahkan pada kebutuhan dan kepedulian utama pembaca? (b) Apakah informasi dinyatakan secara benar, jujur dan etis? (c) Akankah pembaca menerima gagasan ini dengan fair, logis dan etis? (c) Akankah gagasan diungkapkan secara jelas dan padat (untuk menghindari membuang-buang waktu, uang dan kemungkinan memalukan karena pesan yang disalah artikan) (e) Apakah membaca merasa pesan yang disampaikan itu untuk dirinya, apakah pembaca memiliki gambaran jelas tentang pesan tersebut (f) Apakah pesan digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan hubungan bisnis yang positif –sekalipun pesannya negatif--. Contohnya: Silakan, terimakasih, dan ucapan-ucapan penghormatan yang dipakai secara tepat. (g) Apakah pesan secara eksplisit menyatakan kesantunan? (h) Apakah surat mencerminkan standar bisnis professional yang tinggi, yang dapat dilihat dari kualitas kertas yang digunakan, format yang dipakai, kualitas cetakan dan tidak adanya salah ejaan dan kesalahan tata bahasa.
     Untuk membantu kita melihat situasi dari titik pandang orang lain, kita hendaknya memperhatikan informasi-informasi yang relevan mengenai pembaca surat kita. Ada beberapa faktor yang harus kita perhatikan dalam berempati dengan orang lain, yatu: (1) Usia, (2) Taraf ekonomi, (3) Latar belakang pendidikan/pekerjaan, (4) Budaya, (5) Kedekatan, (6) Harapan, dan (7) Kebutuhan pembaca. Dengan demikian, empati merupakan sikap dasar kita saat menyusun pisan. Sedangkan bagaimana pesan diorganisasikan, yang merupakan prinsip berikutnya dalam berkorespondensi, kita akan membahasnya berikut ini.
B.   ORGANISASI SURAT
     Istilah mengorganisasikan memiliki makna sebagai “pembagian topik ke dalam bagian-bagian dan menyusun topik tersebut agar memiliki urutan yang tepat”. Pesan tersebut harus jelas, yakni, pesan tersebut lengkap, akurat, fair, masuk akal, etis dan logis. Setiap paragraf dalam surat memiliki fungsi tersendiri. Ada paragraf yang menyampaikan gagasan utama dan ada paragraf yang menyampaikan gagasan pokok.
     Dengan memakai kerangka isi, pembaca surat akan mendapatkan keuntungan. Berikut manfaat atau keuntunga bagi pembaca:
1.      Pesan yang disampaikan pada dan akurat,
2.      Ketertarikan antar gagasan yang disampaikan dalam surat menjadi lebih mudah diperlihatkan dan diingat, dan
3.      Reaksi terhadap isi surat dan penulisnya menjadi lebih positif. Reaksi pembaca surat dipengaruhi urutan penyajian gagasan. Karena itu, sebaiknya surat dibuka dan ditutup dengan kalimat yang empati.
Dalam mengorganisasikan pesan, kita perlu memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
a.      Apa ide utama/pokok dari pesan yang disampaikan?
b.      Reaksi apa yang mungkin akan muncul terhadap pesan tersebut?
c.       Dengan mempertimbangkan kemungkinan reaksi dari pembaca surat, haruskah ide utama/pokok tersebut ditempatkan pada bagian awal atau bagian akhir surat?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan memperhatikan tujuan penulisan surat. Reaksi-reaksi yang muncul dari pembaca surat, dapat kita bagi ke dalam 4 kelompok, yaitu:
a.      Senang;
b.      Tidak senang;
c.       Berminat, namun diungkapkan dengan cara yang menyenangkan dan tidak menyenangkan;
d.      Tidak berminat;
LebPengorganisasian pesan dapat secara deduktif maupun induktif. Perbedaan kedua pola tersebut dapat kita lihat berikut ini.
Ditulis Secara Deduktif
(Mengutamakan Gagasan Besar)
Menulis Secara Induktif
(Mengutamkan Rincian)
Jika pesannya menyenangkan pembaca
Jika pesannya tak menyenangkan pembaca
Jika pesannya rutin disampaikan (baik pesan menyenangkan maupun sebaliknya)
Jika pembaca kemungkinan tidak meminatinya.
Sumber: Himstreet, et al. (1993)
     Penulisan secara deduktif dibandingkan dengan penulisan secara induktif memiliki beberapa kelebihan, yakni:
1.      Lebih mudah membuka kalimat; bisa saja diawali dengan kalimat yang menunjukkan keraguan, lalu diikuti penjelasan dengan rinci.
2.      Kalimat pertama dapat dijadikan sarana penarik perhatian.
3.      Bila kabar baik dimunculkan diawal, dengan sendirinya pesan tersebut langsung membentuk suasana hati yang menyenangkan dalam benak pembacanya.
4.      Pengaturan seperti ini bisa menghemat waktu pembaca.

KEGIATAN BELAJAR 2
Teknik Penyusunan Pesan Komunikasi Bisnis
Kali ini kita masuk pada aspek teknis dari komunikasi bisnis yang menggunakan medua surat-menyurat atau biasa dinamakan degan korespondensi. Bentuk-bentuk surat ini mengacu pada tujuan penulisan surat. Pertama, menyampaikan informasi. Kedua, menjalin relasi atau hubungan manusiawi.
A.   SURAT KLAIM RUTIN
     Surat klaim rutin adalah surat yang disampaikan pada pihak lain yang meminta untuk dilakukan penyelesaian atas masalah tertentu. Surat klaim ini ada dua jenis yaitu surat rutin dan surat klaim persuasif. Surat klaim persuasif dibuat dengan asumsi, klaim kita akan dipenuhi hanya jika ada ada penjelasan dan yang bersifat persuasif dan argumentatif. Sedangkan surat klaim rutin bisa saja diajukan karena sudah ada jaminan sebelumnya atau sesuai dengan persyaratan kontrak yang telah disepakati sebelummnya. Surat kalim rutin ini dibuat berdasarkan asumsi, permohonan klaim tersebut akan dipenuhi secara cepat dan dan pasti tanpa memerlukan persuasi.  Dalam memenuhi surat klaim ini disarankan untuk bisa memenuhi syarat-syarat berikut.
1.      Permintaan kita ditempatkan pada kalimat pertama;
2.      Jelaskan dengan rinci hal yang mendukung permintaan itu;
3.      Surat ditutup dengan pernyataan yang menunjukkan penghargaan;

B.   SURAT RUTIN TENTANG KREDIT
     Berdasarkan hasil studi, kerangka surat permintaan informasi kredit yang efektif hendaknya mengisikan:
1.      Penjelasan tentang permintaan dan nama kita pada bagian awal, bahkan bila memungkinkan disampaikan pada kalimat pembuka atau pada baris perihal.
2.      Meyakinkan penerima surat bahwa informasi yang diberikannya akan dijaga secara konfidensial.
3.      Menguraikan informasi yang diminta.
4.      Menutup surat denga ucapan terima kasih.


C.   SURAT ORDERAN/PESAN
     Kerja sama pengadaan barang dan jasa dengan pihak lain dapat kita lakukan berdasarkan kontrak bulanan atau tahunan. Disinilah komunikasi bisnis melalui korespondensi bisa berjalan. Surat pesan/order ini menggunakan pendekatan deduktif. Surat pesanan/order hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
1.      Menunjukkan kalimat yang menunjukkan order/pesanan pada bagian awal.
2.      Cantumkan pula rencana pembayaran dan cara pengiriman pesan.
3.      Akhiri surat tersebut dengan kalimat yang menunjukkan kepercayaan pengirim surat kepada pihak yang menerima pesan.
Berikut contoh surat orderan/pesan:
D.   SURAT KHUSUS
     Surat pun berfungsi untuk menjaga dan menignkatkan hubungan dengan pihak di dalam dan luar organisasi. Semua surat yang dikategorikan surat khusus itu dibuat untuk menunjukkan empati dan membina hubungan baik dengan organisasi/lembaga bisnis lain.

E.    SURAT SIARAN PERS
     Surat siaran pers merupakan bagian dari  surat khusus. Dalam membuat siaran pers ada beberapa hal yang penting untuk kita perhatikan, yaitu:
1.      Surat menggunakan kop perusahaan.
2.      Menyatakan permohonan tanggal pemuatan berita yang diinginkan.
3.      Mencantumkan nama penanggung jawab resim siaran pers tersebut.
4.      Memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya (gunakan prinsip 5W+1H).
5.      Menulis secara deduktif dengan memperhatikan kepadatan dan kejelasan informasi.

F.    SURAT PENJUALAN
     Menjual barang atau jasa ada yang terlebih dahulu menawarkan surat penawaran, atau surat penjualan, khususnya untuk produk-produk korporat atau bahan buku produksi. Surat penjualan merupakan salah satu bentuk penawaran yang disusun dengan pendekatan persuasif. Untuk menulis surat penjualan yang bedaya persuasi, maka dalam perencananannya kita menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti berikut.
1.      Gambaran sangat kuat berupa apa yang mendukung produk atau gagasan kita?
2.      Seberapa besar perbedaan produk kita dengan produk para kompetitor?
3.      Pesan apa yang akan disampaikan kepada khalayak? Siapa khalayaknya.
4.      Tindakan seperti apa yang diharapkan dari penerima surat?
5.      Prinsip-prinsip penulisan mana yang secara khusus dapat membantu?
     Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, pada dasarnya dapat dirangkum menjadi:
a.      Pengetahuan tentang produk;
b.      Pengetahuan tentang pembaca;
c.       Identifikasi tindakan yang diinginkan, dan
d.      Penerapan prinsip-prinsip penulisan.
     Untuk mengetahui surat penjualan, kita bisa melihatnya dari faktor-faktor demografis dan psikografis. Faktor demografis berupa informasi tentang status sosial-ekonomi, seperti tingkat pendidikan dan tingkat pembelanjaan per bulan. Sedangkan secara psikografis bisa dilihat berdasarkan tipologi tertentu seperti orang yang sudah mapan secara sosial dan eknomi, orang yang menyenangi untuk membaca produk baru atau orang yang lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasar.
     Adapun dalam prinsip penulisan surat, kita bisa berpedoman pada aspek teknis penulisan seperti berikut.
1.      Koherensi/keterkaitan;
2.      Kesatu-paduan;dan
3.      Penonjolan
     Dengan mengingat surat sebagai bentuk komunikasi verbal, maka penggunaan bahasa menjadi penting. Oleh sebab itu kita sebaiknya memperhatikan prinsip penggunaan bahasa sebagai berikut:
1.      Mempergunakan kata kerja aktif;
2.      Mempergunakan bahasa yang spesifik;
3.      Membawa pembaca pada bagian yang penting;
4.      Menonjolkan pada bagian yang menyatakan penjualan, dan
5.      Menggunakan kerangka tertentu.
Share on Google Plus

About a

Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Panggil saja saya Yudha. Seorang pemuda yang tinggal di Cianjur yang katanya kota tauco tapi malah lebih banyak tukang nasi goreng. Semoga dengan blog ini saya bisa lebih serius dan teman-teman penduduk dunia maya bisa mengambil manfaat dari artikel yang teman-teman baca di Blog ini.

0 coment�rios:

Post a Comment