RANGKUMAN KOMUNIKASI BISNIS MODUL 1 UNIVERSITAS TERBUKA SEMESTER 2 2018


RANGKUMAN KOMUNIKASI BISNIS MODUL 1 UNIVERSITAS TERBUKA

MODUL 1
KOMUNIKASI BISNIS
KEGIATAN BELAJAR 1
Memahami Komunikasi Manusia
Sering dinyatakan bahwa salah satu ciri manusia adalah berkomunikasi sehingga manusia dinamakan makhluk yang berkomunikasi. Dalam kegiatan komunikasi itu, pada dasarnya ada 4 kegiatan pokok, yaitu (a) berbicara, (b) mendengarkan, (c) membaca, dan (d) menulis. Keempat kegiatan tersebut biasanya dikategorikan menjadi dua bentuk komunikasi yaitu komunikasi lisan dan komunikasi tertulis. Kegiatan komunikasi lisan merupakan kegiatan komunikasi yang tertua dalam sejarah peradaban manusia. Kerena kegiatan komunikasi tertulis dilakukan manusia setelah manusia mengenal huruf.
A.   PENGERTIAN KOMUNIKASI
Fiske(2004 : 8-9) melihat setidanya ada dua aliran utama ahli komunikasi dalam merumuskan pengertian komunikasi. Pertama, ahli komunikasi yang merumuskan komunikasi sebagai penyampaian atau transmisi pesan yang kemudian sebagai “madzhab proses”. Kedua, ahli komunikasi yang melihat komunikasi sebagai pembuatan dan pertukaran makna yang disebut sebagai “madzhab semiotika”. Sedangkan Deddy Mulyana (2005a: 61) menyebutkan adanya tiga kerangka pemahaman atas komunikasi, yaitu (a) komunikasi sebagai tindakan satu arah, (b) komunikasi sebagai interaksi, dan (c) komunikasi sebagai transaksi. Komunikasi sebagai tindakan satu arah melihat komunikasi sebgai penyampaian pesan (informasi) dari seseorang/lembaga kepada orang lain. Komunikasi sebagai interaksi menunjukkan komunikasi sebagai proses sebab-akibat atau aksi-reaksi yang arahnya bergantian. Sedangkan komunikasi sebagai transaksi memandang komunikasi sebagai proses personal karena makna atau pemahaman kita atas apa yang kita peroleh sebenarnya bersifat pribadi.
Seorang ahli komunikasi yaitu Harold D. Lasswell, yang dikenal dengan model Lasswel-nya (lihat, Fiske, 2004: 46). Lasswell merumuskan komunikasi dengan pernyataan dalam bentuk pertanyaan seperti berikut:
Who
Says what
In Which channel
To whom
With what effect
     Apa yang dijelaskan Lasswell itu pada dasarnya juga menunjukkan komponen-komponen komunikasi, yaitu (a) siapa yang berkomunikasi atau biasa dinamakan sumber komunikasi/komunikator, (b) menyatakan apa (pesan/isi komunikasi/informasi yang disampaikan), (d) pada siapa (penerima/komunikan), dan (c) dengan efek apa.
     Apa yang dinyatakan Lassweel tersebut, dilengkapi dengan apa yang dikembangkan oleh Shannon dan Wever, yang menyebutkan adanya gangguan dalam proses penyampaian pesan dari pember/komunikator pada komunikan/penerima. Gangguan tersebut bisa bersifat teknis, bisa juga bersifat psikologis. Ada juga yang menyebut gangguan bahasa(semantis). 

Shannon dan Weaver ini merupakan insinyur yang bekerja di Bell Laboratories sehingga proses komunikasi yang digambarkan bersifat mekanis. Pada gambar 1.1. itu, sumber informasi (komunikator) menyampaikan pesan melalui transmiter (media) yang kemudian diubah ke dalam sinyal elektromagnetik yang kemudian diterima pesannya melalui pesawat penerima sejauh tidak terjadi gangguan sehingga pesan bisa sampai pada penerima (komunikan).
Everette M. Roger (dalam mulyana, 2005a: 62) menerangkan bahwa komunikasi adalah “proses dimana satu ide dialihkan dari sumber kepada seorang penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka”. Definis tersebut menggambarkan proses sekaligus tujuan dari proses tersebut, yang dalam ungkapan Lasswell dinamakan sebagak efek. Mulyana (2005a, 69) sendiri, setelah menguraikan berbagai definisi komunikasi kemudian menjelaskan bahwa komunikasi disebut proses karena merupakan kegiatan yang ditandai dengan tindakan, perubahan, pertukaran, dan perpindahan.
Komunikasi bisa kita rumuskan sebagai proses pertukaran pesan di antara manusia untuk mencapai saling pengertian atau mengubah sikap, pendapat dan perilaku orang yang kita ajak berkomunikasi. Baik secara verbal maupun nonverbal.

B.   PROSES KOMUNIKASI
Mulayana (2005a, 69-70) menjelaskan konteks komunikasi adalah semua faktor yang berada di luar orang yang berkomunikasi. Faktor-fakor tersebut oleh Mulyana dikelompokkan menjadi (a) fisik seperti cuaca, suhu udara, dan warna dinding; (b) psikologis, seperti sikap, kecenderungan dan prasangka; (c) sosial, seperti norma kelompok dan nilai sosial, dan (d) waktu, yaitu saat komunikasi berlangsung.
Model komunikasi lain, yaitu model S-C-M-R dari David K. Berlo. Berlo menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi komunikator (sumber) dan komunikasi (penerima) yaitu keterampilan komunikasi, sikap, pengetahuan, sistem sosial dan budaya. Sedangkan pesannya sendiri dikembangkan berdasarkan elemen pesan, struktur pesan, isi pesan, perlakuan (treatment) pesan dan kode pesan. Sedangkan saluran yang dipergunakan dalam komunikasi akan berkaitan dengan pancaindra kita. Dalam model tersebut, dikemukakan pengaruh pada sumber dan komunikan yang bisa menjadi konteks komunikasi.
Model komunikasi berikutnya yaitu Model Gudykunst dan Kim. Model ini menyebutkan adanya pengaruh kultural, sosiokultural dan psikokultural pada proses komunikasi. Selain itu, model ini menyebutkan adanya umpan-balik(feedback) dalam komunikasi. Berarti model ini membawa kita pada komponen dalam proses komunikasi yang tidak disebutkan sebelumnya. Misalnya dala Model Lasswell dan Berlo.
Dengan demikian, kita bisa menyimpulkan komponen-komponen dalam proses komunikasi yaitu:
1.      Komunikator, yang di dalamnya mencakup faktor-faktor seperti keterampilan komunikasi, sikap, pengetahuan, dan sistem sosial serta pengaruh kultural, sosiokultural, dan psikokultural.
2.      Pesan, yang disusun dengan elemen, isi, struktur, tertentu yang merupakan hasil transformasi dari pikiran/gagasan/perasaan dalam proses encoding yang dilakukan komunikator yang kemudian di-decode oleh komunikan.
3.      Media atau saluran komunikasi yang diepergunakan untuk menyampaikan pesan yang yang diserap melalui pancaindera.
4.      Komunikan, yang di dalamnya terkandung faktor-faktor seperti yang ada pada komunikator.
5.      Efek, yang merupakan akibat yang ditimbulkan dari kegiatan komunikasi yang biasanya dirumuskan sebagai perubahan atau peneguhan sikap, pendapat dan perilaku. Efek pun ada kalanya disebut sebagai tujuan komunikasi atau untuk menunjukkan keberhasilan komunikasi.
6.      Umpan balik, merupakan respons komunikasi selama proses komunikasi berlangsung yang bisa mengubah pesan komunikasi, media komunikasi atau komunikator.
7.      Gangguan Komunikasi, gangguan yang dipandang membuat komunikasi tidak efektif. Gangguan komunikasi ini bisa berupa gangguan psikologis, gangguan fisik atau gangguan semantik dan gangguan mekanis.
8.      Lingkugan, merupakan pemberi pengaruh pada proses komunikasi manusia karena proses komunikasi tidak berlangsung di ruang hampa.

C.   FUNGSI DAN TUJUAN KOMUNIKASI MANUSIA
Rudolp F. Verderber (dalam Mulyana 2005a: 4) menyebut fungsi komunikasi itu adalah (a) fungsi sosial, yaitu untuk tujuan kesenangan, untuk menunjukkan ikatan dengan orang lain, membangun dan memelihara hubungan, dan (b) fungsi pengambilan keputusan yaitu memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu pada saat tertentu. Sedangkan William I. Gorden (dalam Mulyana, 2005a: 5) menyebutkan fungsi komunikasi itu adalah (a) komunikasi sosial, (b) komunikasi ekspresif, (c) komunikasi ritual, dan (d) komunikasi instrumental. Satu hal penting yang dikemukakan Gorden mengani fungsi-fungsi komunikasi tersebut adalah tidak saling meniadakan sehingga fungsi satu peristiwa komunikasi tidak saling independen melainkan berkaitan dengan fungsi-fungsi yang lain, meski ada satu fungsi yang lebih dominan.
Dimbley dan Burton (1985: 16) menyebutkan bahwa tujuan komunikas manusia adalah (a) informasi, (b) hubungan (relasi), (c) persuasi, (d) kekuasaan,  (e) pengambilan keputusan, dan (f) ekspresi diri. Sedangkan menurut Gordin I. Zimmerman (dalam Mulyana, 2005a: 4) tujuan komunikasi manusia terbagi menjadi dua bagian utama menjadi: (a) untuk penyelesaian tugas-tugas penting bagi kebutuhan kita, dan (b) untuk membangun dan membentuk hubungan dengan orang lain. Kedua tujuan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi memiliki fungsi isi yang melibatkan pertukaran informasi yang kita perlukan untuk menyelesaikan tugas dan fungsi hubungan yang melibatkan pertukaran informasi tentang bagaimana hubungan kita dengan orang lain. Namun yang cukup populer, tujuan komunikasi biasanya dirumuskan: (a) menginformasikan, (b) mendidik, (c) menghibur, dan (d) mempengaruhi.
D.   ETIKA KOMUNIKASI
Tindak komunikasi manusiapun tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai dan etika. Tindak komunikasi merupakan tindakan yang terikat nilai-nilai dan etika di tempat komunikasi berlangsung. Komunikasi yang etis dan menghargai nilai-nilai merupakan salah satu karakteristik komunikasi manusia. Nilai-nilai luhur seperti kejujuran, ketulusan, kasih sayang dan tanggung jawab akan tercermin dalam komunikasi manusia. Dengan demikian, pada dasarnya etika komunikasi tersebut bersumber dari etika sosial tempat komunikasi tersebut dilangsungkan sebagai tindakan merefleksikan etika dan nilai-nilai tersebut. Selain itu dalam konteks bisnis ada yang disebut dengan tata krama atau tata cara (code of conduct)

KEGIATAN BELAJAR 2
Memahami Komunikasi Bisnis
A.   PENGERTIAN KOMUNIKASI BISNIS
Rosenblatt, et al., (1977: 3) mendefiniskan komunikasi bisnis sebagai “pertukaran gagasan, pendapat, informasi, instruksi dan sebagainya yang memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol-simbol atau sinyal-sinyal untuk mencapai tujuan organisasi”. Dalam definisi tersebut, mengandung 6 unsur pokok komunikasi bisnis, yaitu (1) bertujuan, berarti komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sejalan dengan pencapaian tujuan organisasi/lembaga, (2) pertukaran, kegiatan ini melibatkan paling tidak dua orang atau lebih yakni komunikator dan komunikan, (3) gagasan, opini, informasi, instruksi  merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam bergantung tujuan, situasi dan kondisinya, (4) saluran personal  atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka atau melalui siaran televisi yang menjangkau jutaan orang secara bersamaan, (5) simbol  atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti untuk menyampaikan atau menukarkan pesan. Simbol juga bersifat positif atau abstrak; sinyal bisa berbentuk verbal atau nonverbal. Tapi yang terpenting adalah bagaimana pesan yang disampaikan bisa dimengerti dengan baik, (6) pencapaian tujuan organisasi. Biasanya tujuan organisasi bisnis dikategorikan menjadi (a) tujuan produktif dan (b) tujuan memelihara.
Bentuk komunikasi bisnis yang dilangsungkan pada umumnya bisa dikategorikan seperti berikut ini.
1.      Komunikasi dari atasan ke bawahan (downward communactions). Komunikasi ini bersifat instruksi atau perintah.
2.      Komunikasi dari bawahan ke atasan (upward communcations). Biasanya berupa usulan, saran atau masukan.
3.      Komunikasi pada sesama (sideways commucations). Komunikasi ini berlangsung dalam bentuk koordinasi misalnya antara bagian keuangan dengan bagian SDM.
4.      Komunikasi multisaluran (multichannel communications). Merupakan komunikasi yang berlangsung dengan menggunakan saluran di antara orang dari berbagai jenjang jabatan.
Kegiatan komunikasi dapat dilakukan dalam wujud kegiatan seperti: (1) Briefing, (2) Rapat, dan (3) Komunikasi tatap muka.
B.   RUANG LINGKUP KOMUNIKASI BISNIS
     Dalam lingkungan bisnis sejumlah pihak yang berkepentingan disebut stackholder yang mempengaruhi organisasi secara keseluruhan. Organisasi memiliki (a) Stackholder  internal seperti manajer dan karyawan. (b) stackholder eksternal seperti para pelanggannya atau organisasi/perusahaan lain seperti perusahaan distributor dan pemasok. Namun ada juga lingkungan paling luar yang mempengaruhi organisasi seperti perkembangan teknologi, perubahan politik, dan kondisi sosial ekonomi.

C.   VARIABEL-VARIABEL KOMUNIKASI BISNIS
     Rosenbaltt menguraikan variabel-variabel komunikasi bisnis dengan memberi tambahan variabel yaitu variabel konteks sebagai berikut:
1.      Variabel Sumber/Komunikator
Variabel Sumber/Komunikator merupakan pihak pertama yang mendorong terjadinya komunikasi atas pihak yang mengambil inisiatif mendorong terjadinya proses komunikasi. Reaksi atau respons dipengaruhi oleh kredibiltas komunikator. Kredibilitas dinilai melaui: (1) expertness/keahlian atau komptensi (comprence), dan (2) dapat dipercaya (truthwortiness)/amana (safety).
2.      Variebal Pesan
Variabel pesan diartikan sebagai sesuatu yang berupa pengetahuan, gagasan, pendapat, informasi, atau instruksi yang disampaikan komunikator kepada orang lain, atau dari suatu lembaga kepada lembaga lain.
3.      Variabel Penerima/Komunikan
Ada yang merumuskan karakteristik komunikan dengan menggunakan pendekatan demografis seperti dengan menggambarkan komunkan berdasarkan profil status ekonomi dan sosial (SES). Ada juga yang menggunakan pendekatan psikologis, seperti menyusun profil khayalak berdasarkan kebutuhan yang biasanya mengacu pada teori kebutuhan Maslow.
4.      Variabel Konteks
Konteks komunikasi itu, bisa bersifat alamiah dan bisa juga memang sengaja dicipatakan.
5.      Variabel Saluran
Komunikasi yang dilakukan manusia pasti menggunakan saluran komunikasi tertentu. Misalnya telepon, internet dan udara.
6.      Variabel Efek
Variabel Efek yaitu ada perubahan pengetahuan pada diri komunikan, yakni dari tidak tahu menjadi tahu. Seperti perubah sikap. Mulai dari ketersediaan menerima, rasa suka/tidak suka atau para stackholder merasa nyaman dengan keberadaan perusahaan dan produknya.

D.   PRINSIP KOMUNIKASI BISNIS
     Murphy dan Hildebrandt (1991: 78), merumuskan ada 7 prinsip komunikasi bisnis. Prinsip tersebut adalah:
1.      Completeness, yang berarti kita harus memberikan informasi selengkap mungkin kepada pihak yang membutuhkan.
2.      Conciseness, yang berarti komunikasi harus dikemas menggunakan kata-kata jelas, singkat dan padat.
3.      Conretness, yang berarti pesan yang dikomunikasikan itu disusun secara spesifik dan konkret, bukan abstrak.
4.      Consideration, yang berarti pesan yang disampaikan mesti mempertimbangkan situasi penerima/komunikan.
5.      Clarity, yang berarti pesan yang dikomunikasikan disusun dalam kalimat yang mudah dipahami komunikan.
6.      Couretesy, yang berarti sopan santu dan tata krama merupakan hal yang penting dalam berkomunikasi yang merupakan bentuk penghargaan kepada komikan.
7.      Correctness, yang berarti pesan yang dikomunikasikan dibuat secara cermat.

Share on Google Plus

About a

Terimakasih telah berkunjung ke blog ini. Panggil saja saya Yudha. Seorang pemuda yang tinggal di Cianjur yang katanya kota tauco tapi malah lebih banyak tukang nasi goreng. Semoga dengan blog ini saya bisa lebih serius dan teman-teman penduduk dunia maya bisa mengambil manfaat dari artikel yang teman-teman baca di Blog ini.

0 coment�rios:

Post a Comment